Alamat
Jalan Jendral Ahmad Yani No.10, Jambean, Sukorejo, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62115
Alamat
Jalan Jendral Ahmad Yani No.10, Jambean, Sukorejo, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62115

Oleh: Dr. Hamam Burhanuddin, M.Pd.I
Kaprodi Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro
Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum bersejarah lahirnya dasar negara yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila bukan sekadar rangkaian lima sila yang dihafalkan, melainkan nilai-nilai luhur yang harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan dinamika sosial yang semakin kompleks, relevansi Pancasila justru semakin kuat. Berbagai tantangan seperti intoleransi, disinformasi, polarisasi sosial, hingga krisis moral menjadi pengingat bahwa bangsa ini membutuhkan pegangan yang kokoh dalam menjaga persatuan dan identitas nasional. Pancasila hadir sebagai pedoman yang mampu menjembatani keberagaman suku, agama, budaya, dan pandangan hidup masyarakat Indonesia.
Sebagai bangsa yang majemuk, Indonesia telah membuktikan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun peradaban yang harmonis. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan pentingnya menghormati keyakinan orang lain. Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menuntun kita untuk menjunjung tinggi martabat manusia. Nilai Persatuan Indonesia mengingatkan bahwa kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan golongan. Sementara nilai Kerakyatan dan Keadilan Sosial menjadi landasan dalam mewujudkan kehidupan yang demokratis dan sejahtera.
Dalam perspektif pendidikan, Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berkarakter. Pendidikan tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, gotong royong, dan tanggung jawab sosial. Terlebih di era digital saat ini, generasi muda perlu dibekali kemampuan literasi digital yang berlandaskan etika dan nilai Pancasila agar mampu menyaring berbagai informasi yang beredar di ruang publik.
Pendidikan Agama Islam memiliki kontribusi penting dalam menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin selaras dengan semangat Pancasila dalam membangun kehidupan yang damai, adil, dan bermartabat. Oleh karena itu, penguatan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan harus terus dilakukan melalui berbagai jenjang pendidikan agar lahir generasi yang religius sekaligus nasionalis.
Peringatan Hari Lahir Pancasila hendaknya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Momentum ini harus menjadi refleksi bersama untuk memperkuat komitmen menjaga persatuan bangsa dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata. Di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, maupun masyarakat, semangat gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial perlu terus ditumbuhkan sebagai budaya bangsa.
Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila sebagai pengingat bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi dan pembangunan fisik, tetapi juga oleh kokohnya karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, kita optimis Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan global serta mewujudkan cita-cita menjadi bangsa yang maju, berdaulat, adil, dan makmur.
Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.
Memperkokoh Ideologi Pancasila, Menuju Indonesia Raya.