Alamat
Jalan Jendral Ahmad Yani No.10, Jambean, Sukorejo, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62115

 

Dosen Magister Pendidikan Agama Islam UNUGIRI Ikuti Annual Conference Muslim Scholar di Kopertais IV Surabaya

Surabaya, 16 Oktober 2024 – Dosen Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro turut berpartisipasi dalam *Annual Conference Muslim Scholar* yang diselenggarakan oleh Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta (Kopertais) Wilayah IV Surabaya. Acara yang berlangsung selama dua hari, dari 15 hingga 16 Oktober 2024, tersebut mengangkat tema “Inhancing Islamic Values through Local Wisdom in Keeping Harmony and Tolerance”. di amphitheater UIN Sunan Ampel dan Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya.

Opening Speech disampaikan oleh Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, M.Si., Plt. Sekretaris Kopertais IV Surabaya. Dalam laporannya, ada sejumlah 200 paper yang lolos dari 400 lebih pengirim. Acara ini juga dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi islam dari 187 PTKIS. Beliau juga berharap melalui acara ini bermunculan intelektual muslim yang mampu berkontribusi untuk bangsa dan negara.

Selanjutnya, Prof. Akhmad Muzakki, M.Ag., Grad.Dip. SEA., M.Phil., Ph.D. rektor UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus Koordinator Kopertais wil IV Surabaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa AnCoMS keenam ini mengusung top topic yang sangat penting di mana mengandung tiga kata kunci, yaitu islamic values, local wisdom, harmony and tolerance. Ketiganya kalau disatukan merupakan komponen dari religious moderation.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan akademisi dan cendekiawan Muslim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Para peserta berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil penelitian terkait perkembangan pendidikan Islam di tengah perubahan global yang cepat.

Hari pertama AnCoMS 6 ini diawali dengan seminar dengan mengundang beberapa narasumber antara lain Prof. Dr. Zaid Ahmad dari Felo Penyelidik Utama Institut Islam Hadhari, Universiti Kebangsaan Malaysia, Dr. (HC) KH. Zulfa Mustofa Wakil Ketua PBNU, dan Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Ag. Ketua BAZNAS Provonsi Jawa Timur. Pada seminar yang dimoderatori oleh Dr. Nabiela Naily, S.Si., M.H.I., M.A. Kepala International Office (IO) UINSA ini berlangsung sekitar dua jam.

Prof. Zaid dalam paparannya mengenai “Enhancing Islamic Values trough Local Wisdom in Keeping Harmony and Tolerance” menjelaskan bahwa agama Islam dan local wisdom tidak dapat dipisahkan karena di dunia ini Islam datang dihadapkan dengan diversity, plurality, multiculture, multiracial, multiethnic, multreligious, dan majority-minority. Melalui Fiqh al-Ta’ayush perlu dijadikan pedoman dalam menghadapi isu tersebut. Karena Fiqh al-Ta’ayush berorientasikan prinsip wasatiyyah dalam membina keharmonian masyarakat majmuk.

Sementara Yai Zulfa Mustofa sebagai Wakil Ketua Umum PBNU bercerita tentang “Konsep Islam Nusantara, Perspektif Fiqhud Dakwah di Wilayah NKRI”. Istilah islam Nusantara pertama kali muncul saat muktamar NU di Jombang tahun 2015. Ulama-ulama Nusantara bisa sukses berdakwa di daerahnya karena menggunakan pendekatan budaya, sehingga bisa diterima dan dipahami dengan mudah. Syariat Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dulunya adalah sangat humanis, anti kekerasan, menggembirakan, membawa hikmah, dan mengakomodir budaya.

Senada dengan itu, Kyai Ali Maschan Moesa menegaskan bahwa local wisdom ada hubungannya dengan agama Islam. Dalam makalahnya yang berjudul “Meningkatkan Nilai Nilai Keislaman melalui Kearifan Lokal untuk menjaga Harmoni dan Toleransi, Perspektif Sayyid Sunan Ampel” mengungkapkan cara berdakwah Sunan Ampel yang sangat local wisdom. Sunan Ampel tidak pernah mengubah budaya masyarakat setempat. Covernya tetap sama, isinya saja yang diubah karena isi lebih penting daripada kulit.

Salah satu dosen MPAI UNUGIRI, Dr. Hamam Burhanuddin, M.Pd.I, menyampaikan makalah dengan topik “Implementation of the Religious Moderation Program in Realizing the Project for Strengthening the Pancasila Student Profile and Rahmatan Lil Alamin Student Profile (P5 and PPRA) in Madrasah.” Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya mengimplementasikan moderasi beragama dengan penguatan P5 PPRA di Madrasah.

Kehadiran dosen MPAI UNUGIRI dalam acara ini diharapkan mampu memperkaya wawasan serta memperkuat jejaring akademis dengan berbagai perguruan tinggi lainnya, sekaligus mempertegas komitmen UNUGIRI dalam berkontribusi pada pengembangan pendidikan Islam yang inklusif dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Acara ini ditutup dengan perumusan rekomendasi untuk pengembangan pendidikan Islam yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman, yang akan menjadi masukan penting bagi para pengambil kebijakan di sektor pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *